Ruang Lingkup Evaluasi Pembelajaran

Nama : Suhaenah
NIM : 208620600202
Prodi : PGSD (Semeter V)
Mata Pelajaran : Evaluasi Pembelajaran

Ruang Lingkup Evaluasi Pembelajaran


Domain Hasil Belajar

a). Kognitif : Merupakan suatu aktivitas mental yang membuat individual mempu menghubungkan, menilai, dan mempertimbangkan suatu peristiwa yang membuat individu tersebut mendapatkan pengetahuan setelahnya.
Contohnya; Siswa sudah mencapai pengetahuan, pemahaman terhadap materi yang sudah diajarkan oleh guru
b). Afektif : segala sesuatu yang berkaitan dengan sikap, watak, perilaku, emosi, minat, dan nilai yang terdapat pada diri individu itu.
Contohnya; Siswa sudah mampu untuk menangapi pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh guru maupun teman sebayanya
c). Psikomotorik : Suatu ranah yang berkaitan dengan (Skill) maupun kemampuan bertindak setelah seseorang menerima suatu pengalaman belajar tertentu.
Contohnya; Siswa lebih terampil terhadap hobi yang mereka miliki

Sistem Pembelajaran

a). Program pembelajara : Suatu Rancanga/ Perencanaan suatu kegiatan yang berkesinambungan dalam proses pembelajaran, yang memiliki tujuan dan melibatkan sekelompok orang baik itu guru maupun siswa untuk mencapai tujuan belajar yang sudah ditargetkan sebelumnya
Contohnya; Guru sudah mampu menggunakan media dalam pembelajaran guna mendukung pelaksanaan pembelajaran dengan menarik bagi siswa
b). Proses pelaksanaan pembelajaran : kegiatan interaksi dan komunikasi timbal balik antara guru dengan peserta didik yang timbul dalam situasi edukatif/Pembelajaran untuk mencapai tujuan belajar yang diinginkan.
Contohnya; Siswa sudah mampu mengerjaka tugas yang diberikan oleh guru
c). Hasil pembelajaran : suatu pernyataan yang menggambarkan suatu pengetahuan atau keterampilan yang harus diperoleh  siswa pada akhir tugas, kelas, kasus/program tertentu, dan membantu siswa dalam memahami mengapa pengetahuan serta keterampilan tersebut akan berguna bagi mereka setelah pembelajaran tersebut.
Contohnya; Siswa sudah mampu mengikuti kegiatan gotong royong baik itu disekolah maupun dilingkungan masyarakat

Proses Dan Hasil Belajar

a). Sikap : Hal yang mencerminkan perasaan seseorang terhadap sesuatu, yang berisi pernyataan evaluatif/evaluasi terhadap suatu objek, orang maupun peristiwa.
Contohnya; Guru dan siswa sudah mencapainya dengan guru memberikan motivasi sebelum pembelajaran dimulai Dan siswa menggali minat yang dia punya terhadapa mata pelajaran yang diajarkan oleh guru
b). Pengetahuan dan pemahaman : pengetahuna merupakan informasi atau kesadaran yang diperoleh melalui pengalaman atau pendidikan. Sedangkan pemahaman merupakan menyadari/mengetahui terhadap makna atau penyebab yang sudah dimaksudkan dari sesuatu objek.
Contohnya; Siswa sudah mengetahu dan memahami terhadap tugas-tugasnya sebagai peserta didik dan warga negara
c). Kecerdasaan : Dalam kecerdasan Ada 9 jenis kecerdasa yang harus dimiliki oleh setiap anak diantaranya (1) Kecerdasan Bahasa,
Kecerdasan bahasa meliputi kemampuan untuk mengolah kata, tata bahasa, serta menuangkan informasi dan ide menggunakan tulisan. Anak yang memiliki kecerdasan bahasa atau lingustik ini tampak kuat dalam hal mengingat kata-kata, mudah bercerita meski kalimat yang diucapkan belum jelas, maupun suka membaca buku. Untuk mengembangkan kecerdasan bahasa anak, orang tua dapat mengajaknya bernyanyi, sering mengajak anak mengobrol, dan sering bermain kata. Selain itu, orang tua juga bisa merangsang kemampuan bahasa anak dengan membaca cerita dongeng bersama. (2) Kecerdasan Logika Matematika, Kecerdasan logika matematika meliputi kemampuan berpikir logis, memahami sebab akibat, suka teka-teki, serta ketertarikan terhadap angka. Kecerdasan majemuk ini dapat ditunjukkan dengan ketertarikan si Kecil pada analisis masalah angka. untuk merangsang kecerdasan tipe ini, orang tua dapat mengenalkan konsep angka dan berhitung sedini mungkin, mengajak anak melakukan permainan strategi, serta melakukan percobaan ilmiah sederhana. (3) Kecerdasan Visual dan Spasial, Kecerdasan majemuk lainnya adalah kecerdasan visual dan spasial. Kecerdasan tipe ini meliputi kemampuan mengenali objek dan bentuk, pola, posisi, mudah membaca peta dan denah, serta mampu berpikir secara kreatif. Anak yang memiliki kecerdasan ini mudah untuk mengingat gambar, wajah seseorang, gerakan yang dilihat, pola, maupun tekstur. Cara mengembangkan kecerdasan visual dan spasial pada anak adalah dengan mengajaknya menggambar, membuat karya, membangun dari balok, menyusun puzzle, mengajarkan arah serta berbagai bentuk motif. (4) Kecerdasan Kinestetik (Gerakan), Kecerdasan kinestetik meliputi kemampuan koordinasi gerak tubuh yang baik dan sangat menikmati kegiatan fisik. Anak yang memiliki kecerdasan ini senang melakukan berbagai aktivitas fisik, misalnya saja olahraga, berlari, menari, bermain sepeda. Mereka jarang menyukai aktivitas yang hanya duduk diam. Untuk mengembangkan kecerdasan majemuk kinestetik, orang tua bisa mengajak si Kecil melakukan berbagai aktivitas fisik seperti berlari, menari, berlatih keseimbangan tubuh, dan menirukan berbagai gerakan tubuh seperti pantomim. (5) Kecerdasan Musikal
Salah satu dari 9 kecerdasan majemuk menurut Howard Gardner adalah kecerdasan musikal. Kecerdasan ini meliputi kepekaan tinggi terhadap nada, cepat menghafal irama dan lagu, dan senang bernyanyi. Kecerdasan musikal dapat diasah dengan cara mengajari anak bermain alat musik dan mengajak bernyanyi. Lewat latihan yang diajarkan, nantinya si Kecil mampu menganalisis  nada hingga menciptakan lagu. (6) Kecerdasan Interpersonal, Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan berhubungan baik dengan orang lain, memahami perasaan orang lain, dan menikmati keberadaan di tengah-tengah kelompok. Kecerdasan interpersonal berhubungan dengan keterampilan sosial atau interaksi dengan orang lain. Cara mengembangkan kecerdasan majemuk ini adalah dengan mengajak anak beraktivitas bersama orang-orang baru, mendorongnya untuk berinteraksi dengan orang lain, serta mengikutsertakan anak dalam bakti sosial. (7) Kecerdasan Intrapersonal, Kecerdasan intrapersonal merupakan kemampuan mengenali diri sendiri, mengekspresikan perasaan, percaya diri, dan mampu menyatakan apa yang disukai dan tidak disukai. Dengan memiliki kecerdasan ini, anak dapat mengetahui potensi, punya tujuan dan mampu mengendalikan keinginannya. Untuk mengembangkan kecerdasan majemuk ini, orang tua dapat melatih si Kecil untuk tekun dan bertanggung jawab atas tugasnya, serta mempercayakannya terhadap tugas-tugas tertentu. (8) Kecerdasan Naturalis, Kecerdasan naturalis ini meliputi ketertarikan mempelajari alam serta memiliki kepekaan terhadap lingkungan, hewan, tumbuhan, dan luar angkasa. Anak yang memiliki kecerdasan naturalis yang menonjol akan tertarik untuk memahami semua jenis makhluk hidup yang dilihat. Untuk mengasah rasa penasarannya dan mengembangkan kecerdasan naturalis si Kecil, orang tua bisa mengajaknya untuk memelihara tumbuhan atau hewan, berwisata di alam, dan memaparkan ilmu seputar alam. (9) Kecerdasan Eksistensial
Kecerdasan eksistensial adalah salah satu kecerdasan majemuk yang tampak ‘berat’ untuk anak-anak. Pada tipe kecerdasan ini, anak senang mengajukan pertanyaan dan mencari jawaban mendalam tentang keberadaan manusia. Misal, “Mengapa kita hidup?”, “Apa itu kematian?”, dan lainnya. Tak jarang kecerdasan eksistensial dihubungkan dengan kecerdasan spiritual.
Contohnya; Siswa sudah mampu mencapai salah satu kecerdasan yang dia punya seperti kecerdasan dalam berbahasa indonseia yang baik dan benar
d). Perkembangan jasmani : Suatu proses pertumbuhan yang dimulai dari masa bayi dan terus berlanjut hingga masa remaja akhir.
Contohnya; Siswa sudah mencapainya Dengan membiasakan diri untuk hidup sehat
e). Keterampilan : Salah satu kemampuan untuk melakukan sesuatu dengan cepat dan tepat sasaran
Contohnya; Siswa sudah mencapainya dengan kemampuan membaca cerpen

Penilaian Berbasis Kelas

a). KD Mata Pelajaran : Pengetahuan, Keterampilan, sikap, Dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir Dan bertindak setelah peserta didik menyelesaikan suatu aspen atau subjek mata pelajaran tertentu yang menjadi inti dari pembelajaran tersebut.
Contohnya; Sebelem Melakukan pembelajaran siswa sudah diberi tahu oleh guru tentang target pencapaian pembelajaran dalam Mata pelajaran tersebut
b). Kompetensi Rumpun Pelajaran : Pengetahuan, Keterampilan, sikap, Dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak yang seharusnya dicapai oleh peserta didik setelah menyelesikan rumpun pelajaran tersebut.
Contohnya; Seperti belajar tamatan Guru dapat meggunakan indikator sebagai dasar penilaian peserta didik
c). Komprtensi Lintas Kurikulum : Kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik melalui seluruh rumpun pelajaran dalam kurikulum yang digunakan
Contohnya; Siswa Menjalankan Hak dan kewajiban secara bertanggung jawab terutama dalam menjamin perasaan aman Dan mengahargai Raman sebaya 
d). Kompetensi Tamatan : Pengetahuan, Keterampilan, sikap, Dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir  dan bertindak setelah peserta didik menyelesaikan jenjang pendidikan tertentu.
Contohnya;  Kompetensi ini sangat penting bagi pesertas didik untuk melanjutkan jenjang pendidikan
e). Keterampilan Hidup : Keterampilan hidup yang dimiliki peserta didik melalui berbagai pengalaman juga perlu adanya penilaian sejauh mana kesesuaian dan kebutuhan mereka untuk dapat berkembang dalam kehidupannya baik dalam lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.
Contohnya; Siswa mempunyai keterampilan pribadi, berfikir rasional, sosial, akademik Dan vakasional dan menerapkanya dalam kegiatan pembelajaran

0 Response to "Ruang Lingkup Evaluasi Pembelajaran"

Posting Komentar